Selasa, 04 Januari 2011

manusia dan kebudayaan

Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Dick Hartoko bahwa menjadi manusia merupakan kebudayaan.

Hampir semua tindakan manusia itu merupakan kebudayaan. Hanya tindakan yang sifatnya naluriah saja yang bukan merupakan kebudayaan. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut dibiasakan dengan cara belajar.
Selanjutnya hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai
1) penganut kebudayaan,
2) pembawa kebudayaan,
3) manipulator kebudayaan, dan
4) pencipta kebudayaan.
Pembentukan kebudayaan dikarenakan manusia dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian. Dalam rangka survive maka manusia harus mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara untuk memenuhi apa yang di butuhkannya.
Hal yang dilakukan oleh manusia inilah kebudayaan. Kebudayaan yang digunakan manusia dalam menyelesaikan masalah-masalahnya bisa kita sebut sebagai way of life, yang digunakan individu sebagai pedoman dalam bertingkah laku.

sumber :

sejarah liverpool


Liverpool Football Club adalah sebuah klub sepak bola Inggris yang telah 5 kali menjuarai Liga Champions (dulu Piala Champions) dan 18 kali menjuarai Liga Inggris (hingga awal Mei 2005). Kandang mereka berada di Anfield, yang terletak sekitar 4,8 km dari pusat kota Liverpool.

Klub ini didirikan pada 15 Maret 1892 oleh John Houlding, pemilik Anfield. Houlding memutuskan untuk membentuk tim sendiri setelah Everton FC dikeluarkan dari Anfield dalam perselisihan mengenai biaya sewa. Awalnya klub baru itu bernama Everton FC namun diganti ke Liverpool FC setelah Asosiasi Sepak Bola Inggris menolak penggunaan nama tersebut.

Liverpool sangat dominan pada tahun 1970-an dan 1980-an. Pemain-pemain yang terkenal pada masa ini termasuk Ray Clemence, Mark Lawrenson, Graeme Souness, Ian Callaghan, Phil Neal, Kevin Keegan, Alan Hansen, Kenny Dalglish (102 cap) dan Ian Rush (346 gol).

Klub ini juga terlibat dalam dua tragedi besar dalam sepak bola Eropa - dalam tragedi Heysel pada 1985 dan musibah Hillsborough pada 1989.

Liverpool berhasil mendapatkan treble (perolehan tiga gelar) dua gelar domestik (Piala Liga dan Piala FA) dan Piala UEFA pada musim 2000/01. Meskipun begitu, memenangi treble bukanlah hal yang baru bagi mereka. Pada 1984 mereka menjadi juara Piala Champions, Piala Liga dan Liga Inggris. Ini adalah treble dengan gelar besar yang pertama untuk sebuah klub Inggris.

Pencapaian
Juara Divisi Satu 18[1]
1900/01, 1905/06, 1921/22, 1922/23, 1946/47, 1963/64, 1965/66, 1972/73, 1975/76, 1976/77, 1978/79, 1979/80, 1981/82, 1982/83, 1983/84, 1985/86, 1987/88, 1989/90
Juara Divisi Dua 4
1893/94, 1895/96, 1904/05, 1961/62
Juara Liga Lancashire 1
1892-93
Liga Champions 5[1]
1976/77 3-1 vs. Borussia Mönchengladbach
1977/78 1-0 vs. Club Brugge
1980/81 1-0 vs. Real Madrid
1983/84 1-1 (4-2 melalui adu penalti) vs. AS Roma
2004/05 3-3 (3-2 melalui adu penalti) vs. AC Milan
Juara Piala UEFA 3
1972/73, 1975/76, 2000/01
Juara Piala FA 7
1964/65, 1973/74, 1985/86, 1988/89, 1991/92, 2000/2001, 2005/2006
Juara Piala Remaja FA 2
1995/96, 2006/07
Juara Piala Liga 7[1]
1980/81, 1981/82, 1982/83, 1983/84, 1994/95, 2000/01, 2002/03
Juara Charity Shield 15
1963/64[2], 1964/65+, 1965/66, 1973/74, 1975/76, 1976/77[2], 1978/79, 1979/80, 1981/82, 1985/86*, 1987/88, 1988/89, 1989/90, 2000/01, 2005/06
Juara Piala Super Eropa 3
1977, 2001, 2005
Juara Piala Super Inggris 1
1985/86
Juara Divisi Satu untuk Cadangan 16
1956/57, 1968/69, 1969/70, 1970/71, 1972/73, 1973/74, 1974/75, 1975/76, 1976/77, 1978/79, 1980/81, 1981/82, 1983/84, 1984/85, 1989/90, 1999/2000

Catatan:
^ a b c Terbanyak dibandingkan klub Inggris lainnya
^ a b Gelar dibagi bersama


sumber :
http://alexliverpool9.blogspot.com/2007/10/sejarah-liverpool.html

sejarah the artifial life

Cikal bakal dimulai di awal tahun 1996 di Jakarta.
Waktu itu Boris, Kabul, Rangga & Toni (temen satu kampus)
coba-coba untuk bikin band punk (entah waktu itu nama band-nya gak jelas !?).
Boris maen gitar, Rangga ngedrum, Toni maen bass en Kabul nyanyi sambil maen gitar.
Cerita punya cerita ini band sering latihan melulu ... kalo gak salah dulu mereka
sering maenin lagu-lagunya Green Day, Rancid. Pada saat itu lagi banyak acara underground.
biasanya sering diadaain di Poster Cafe karena cuma Poster Cafe yang mau nerima acara
anak underground Jakarta. Jadilah mereka ikutan acara-acara tersebut.

Pertengahan 1996 band tersebut vakum, dengan alasan pengen serius kuliah ...
Toh setelah mereka kuliah, kepikir oleh mereka untuk nge-band lagi.
Namun posisi Toni yang maen bass digantiin ama Diaz (adiknya Boris sendiri ...)
Dibawah nama ARTIFICIAL LIFE (diambil dari salah satu judul lagu band Operation Ivy,
band favorit mereka) mulailah mereka cenderung maenin beat-beat ska yang waktu itu masih
baru digemari kebanyakan oleh anak-anak underground di Jakarta.

Sadar bahwa bagian yang sangat penting dalam irama musik ska adalah alat tiup, maka mereka
memutuskan untuk merekrut pemain horn section. Adalah Jabar (tetangganya Boris) yang berjasa
mempertemukan dengan Edot, pemain trombone Satkorsik HANKAM yang kemudian ngajak tetangganya
Egy & Sugeng (kedua-duanya pemain trumpet) untuk ikutan gabung. Masih dirasain kurang rame,
Boris ngajak Boby & Berry (dua temennya yang sering tuker pinjeman kaset) untuk ngeramein vokal.
Jadilah formasi awal big band.
Pada sesi latihan yang pertama mereka ngebawain lagu-lagu ska yang memiliki karakter kuat
seperti "Special Brew"-nya Bad Manner, "Rascal King" Mighty Mighty Bosstones atau lagunya
Less Than Jake yang berjudul "Soundcheck". Jelas belum kebentuk suatu karakter band ...
karena lagu-lagu yang mereka maenin amat variatif yang kemudian nantinya akan mempengaruhi
konsep musik Artificial Life sendiri.

Tanggal 28 Desember 1997 menjadi debut awal Artificial Life diatas panggung.
Bubur Underground Scene (B.U.G) ngadain acara di Poster Cafe. Judul acaranya 'ONE VOICE'
bersama band-band underground Jakarta lainnya seperti RGB, Ru-Suck, Army Style, Antiseptic,
Sixtols, dll. Pada waktu itu acaranya begitu menyenangkan ... gak ada keributan, kerusuhan,
benar-benar tercipta suatu 'respect' diantara scene-scene underground yang ada di Jakarta.
Setelah maen di acara tersebut, Sugeng ngundurin diri. Kemudian band merekrut Chokor pemain
alto-saxophone untuk nambahin harmonisasi pada alat tiup.

Pada akhir tahun 1998, kepikiran untuk ngerekam lagu ciptaan sendiri yang waktu itu udah mereka
bawain diatas panggung (banyak temen-temen yang minta lagu mereka untuk direkam). Dengan modal
sendiri, mereka merekam 4 lagu ciptaan sendiri dan 2 lagu luar yang biasa mereka bawain
di atas panggung. Semuanya direkam diatas kaset master secara 'live' di studio latihan
Cy'lendra. Yang kemudian di publikasikan dengan judul rekaman "Life sucks ... and so are we".
Dijual dari tangan ke tangan oleh temen-temen sendiri & dicetak hanya sekitar 20 kopi
dengan kualitas rekam yang gak bagus-bagus amat ...(mau bilang apa ...modalnya pas-pasan)

Entah mau dibilang beruntung atau sial, bulan october 1999 Artificial Life teken kontrak
dengan Bulletin Record. Berawal dari Ijul,temen kampus Berry yang ngenalin pada
Pak Achmad(alm). Pak Achmad(alm) inilah yang mempromosikan Artificial Life dengan Label Manager
PT. Indo Semar Sakti Jerry Bidara yang sekarang jadi produsernya Artificial Life.
Proses rekaman berlangsung selama kurang lebih satu bulan. 10 lagu ska ciptaan sendiri yang
komposisinya variatif, selesai dalam 20 shift. Dikerjakan di Aruna Studio.
Album ini menjadi debut awal Artificial Life memasuki industri musik Indonesia.
Band ini sejak tahun 2004 tidak aktif lagi
tapi lagu mereka tetap di hati


beberapa diantara mereka ada alumni kampus ane (Gunadarma)  loh

sumber :
http://www.kaskus.us/showthread.php?p=303101026

sejarah the who

The Who adalah grup musik rock Inggris yang dibentuk pada tahun 1964. Formasi utama terdiri dari vokalis Roger Daltrey, gitaris Pete Townshend, pemain bas John Entwistle, dan pemain drum Keith Moon. Mereka dikenal dengan konser-konser yang energetik, termasuk perintis tontonan penghancuran instrumen di atas panggung. The Who telah menjual lebih dari 100 juta keping rekaman, dan sukses menempatkan 27 singel ke dalam urutan tangga lagu Top 40 di Britania Raya dan Amerika Serikat, serta 17 album dalam tangga album Top 10. Di Amerika Serikat, mereka pernah menerima 18 piringan emas, 12 platina, dan 5 multiplatina untuk kelarisan album-album mereka.
The Who naik ke puncak ketenaran di Britania Raya dengan serangkaian singel yang masuk urutan 10 teratas tangga lagu, dimulai Januari 1965 dengan lagu "I Can't Explain". Kepopuleran The Who sebagian di antaranya dibantu dengan adanya pemutaran lagu-lagu mereka oleh radio-radio gelap seperti Radio Caroline. Mereka melanjutkannya dengan album My Generation (1965), A Quick One (1966), dan The Who Sell Out (1967). Album My Generation dan A Quick One masuk dalam urutan 5 teratas tangga album Britania. Lagu pertama mereka yang sampai di Top 40 Amerika Serikat adalah "Happy Jack" diikuti "I Can See for Miles" yang masuk dalam Top 10 pada tahun yang sama. Mereka sampai di puncak kepopuleran dengan konser mengesankan di festival musik Monterey dan Festival Woodstock Album Tommy (1969) merupakan awal dari rangkaian album top 10 mereka di Amerika Serikat, diikuti Live at Leeds (1970), Who's Next (1971), Quadrophenia (1973), The Who By Numbers (1975), Who Are You (1978), dan The Kids Are Alright (1979).
The Who ditinggalkan oleh pemain drum Keith Moon yang meninggal dunia pada tahun 1978 dalam usia 32 tahun. Bersama pemain drum pengganti Kenney Jones, The Who merilis dua album studio sebelum akhirnya bubar pada tahun 1983. Album Face Dances (1981) masuk di urutan 5 teratas Amerika Serikat dan Britania, sementara It's Hard (1982) masuk di urutan 5 teratas tangga album Amerika Serikat. Mereka hanya melakukan reuni untuk peristiwa-peristiwa besar seperti Live Aid dan tur-tur reuni seperti tur ulang tahun ke-25 pada tahun 1989, dan tur Quadrophenia tahun 1996 dan 1997. Pada tahun 2000, tiga anggota The Who yang tersisa, membahas kemungkinan rekaman sebuah album dengan materi baru, namun rencana mereka untuk sementara batal akibat meninggalnya pemain bas John Entwistle (57 tahun) pada 2002. Townshend dan Daltrey terus melanjutkan nama The Who, dan mereka merilis album studio Endless Wire pada tahun 2006, dan masuk ke urutan 10 teratas di Amerika Serikat dan Britania Raya.
The Who diabadikan di dalam museum Rock and Roll Hall of Fame pada tahun 1990. Pameran tentang mereka di dalam museum mengenang band ini sebagai "Penantang utama, dalam pandangan banyak orang, untuk gelar Band Rock Terbesar Dunia."Mengenai masa-masa The Who sebagai kuartet, Harian Los Angeles Times menyebut mereka sebagai "rival The Beatles, Bob Dylan, dan The Rolling Stones sebagai suara remaja dalam musik rock yang paling utama."Time Magazine memuji pada tahun 1979, "Tidak ada grup lain yang pernah mengeksplorasi rock sejauh itu, atau menuntut begitu banyak darinya." Mereka menerima Penghargaan Pencapaian Seumur Hidup dari Industri Fonografi Britania (BPI) pada tahun 1988,dan dari Grammy Foundation pada 2001. Townshend dan Daltrey pada tahun 2008 menerima penghargaan dalam acara tahunan Kennedy Center Honors ke-31

sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/The_Who

sejarah dr.marten

Dr Klaus Marten adalah seorang dokter tentara Jerman di era perang dunia II. Pada tahun 1945, ia mengalami cedera kaki. Ia kemudian memodifikasi sepatu boot-nya dengan lapisan kulit dan bantalan udara yg empuk. Setelah perang berakhir, dengan bekal pengalaman ini, sang dokter mencoba menjual ide inovasinya. Ia mulai menjalankan sebuah perusahaan sepatu rumahan skala kecil di Jerman dengan bantuan seorang teman lamanya sewaktu kuliah.




DocMart Invasion: Dari London, menyeberang Eropa dan menduduki Dunia
Pada tahun 1960, sebuah perusahaan bernama Griggs Group membeli lisensi sepatu untuk dipasarkan di Inggris /UK. Perusahaan ini melakukan sedikit perbaikan dalam desainnya, membuat ciri khas berupa jahitan sol sepatu dengan benang warna kuning, dan melabeli sol dengan nama trade mark ‘Airwair’, lalu mulai memproduksi sepatu boot ini. Disinilah titik penting dalam sejarah sepatu sang dokter: Boot klasik Docmart-1490 untuk pertama kalinya menginjak pasar London.

Boot warna merah cherry yg desainnya nyaman dan praktis ini tenyata disukai oleh kalangan working class atau kelas pekerja. Banyak sekali buruh pabrik, tukang pos, bahkan petugas polisi memakainya saat bertugas. Image sebagai sepatu milik common-people pun terbentuk secara alami.

Dan sepertinya, image itulah yg kemudian merebut perhatian anak muda dari kalangan sub-kultur punk. Pada akhir tahun 60-an, sepatu sang dokter ini banyak digunakan oleh komunitas skinhead Inggris dan genk-genk di jalanan.... Mereka punya kebiasan aneh, yaitu menyemir boot merah Docmart dengan semir warna hitam sampai warnanya jadi merah gelap dan mengkilap seperti kelereng/ gundu.

Lalu pada tahun 70-an sepatu ini makin populer karena banyak artis Punk Rock, Ska, Psychobillies, Goths, Industrialis, hardcore, straight-edge, Glam, bahkan New Wave yg memakainya. Dengan bantuan musisi-musisi itu, long-march yg dilakukan Docmart dari kota London menyebar ke seluruh dataran Inggris dan Eropa, lalu ke menginvasi dunia.

Puncaknya di tahun 1900-an, sepatu Docmart berkembang menjadi trend yg menjangkiti semua orang, bukan hanya sub-kultur Punk saja. Ia menjadi industri besar. Alhasil, sebagian komunitas Skinhead sejati yg identik dengan spirit anti kemapanan dan anti kapitalisme mulai mempertanyakan brand sang dokter. Sebagian dari mereka mulai beralih ke merk pesaing Docmart, seperti Grinder, Ranger, Gripfast, dsb.

Tapi boot sang dokter terlanjur mencetak jejak solnya di wajah sejarah dunia. Docmart adalah sepatu yg menjadi legenda di dunia fashion anak muda. Ibaratnya ia seperti anthem yg pernah dinyanyikan oleh anak muda di seluruh dunia.. jauh sebelum era MTV, I-Tunes, Youtube dan Myspace

sejarah musik oi !

Oi! berarti hello dalam aksen cockney di Inggris. Oi! musik bermula di akhir
70-an setelah kemunculan punk rock. Ketika gelombang pertama punk menyerang, band seperti Cron Gen, X-Ray Spex, On File, Sham69, The Business dan Cock Sparrer sudah bernyanyi tentang hidup di jalanan di saat Sex Pistols mencoba memulai "Anarchy In the UK". Lalu reality punk atau street punk dimulai dengan Sham69 dan Cock Sparrer, seperti juga Slaughter and The Dogs juga Menace.

Ketika era 80-an menyerang dan punk rock mendapatkan nafas baru, Oi! menjadi bagian yang solid dari movement itu (terima kasih untuk Garry Bushell, penulis di Sounds, koran musik di Inggris). Garry percaya bahwa punk rock adalah musik protes dan mengumpulkan semua street punk band di bawah bendera Oi! seperti The Business, The 4-skins, Combat 84, Infa Riot, dan The Last Resort menyerbu punk scene dengan jenis realita mereka.

Musik Oi! mulai meredup di akhir 80-an dan di Amerika, hardcore adalah musik yang didengar oleh Skinhead. Dapat dikatakan bahwa musik Oi! bukan hanya musiknya Skinhead. Musik Oi! adalah musik untuk semua orang yang berjalan di jalanan kota dan melihat rendah pada kaum tertindas dapat dihubungkan dengan Oi!. Semua orang yang bekerja sepanjang hari sebagai budak gaji dapat dihubungkan dengan Oi!. Semua orang yang selalu merasa ada persamaan hak juga dapat dihubungkan dengan Oi!. Dan ingat, Oi! bukan musik rasis. Musik Oi! tidak memandang perbedaan ras, warna dan kepercayaan.


Lirik-lirik dalam Oi! cenderung bercerita tentang anti-rasis/fasis, hidup sebagai skinhead, protes, kelas pekerja, kebersamaan, sepak bola, bir dan sedikit violence ! Pendengar musik ini selain Skinhead juga ada punks, rude boys, ska, mods dan herberts. Yang dimaksud dengan Herberts adalah orang-orang yang suka dengan Oi! tapi bukan skinhead atau punks. Mereka hanya orang-orang biasa yang cinta dengan Musik Oi!.


Di Indonesia, Musik Oi! Sudah dikenal mulai tahu 90-an. Ketika terjadi booming Ska di Indonesia, bermunculan banyak Skinhead, entah mereka hanya possers, trendy wankers ataupun a true SKINHEAD itselfs. Seiring dengan "mati"-nya tren ska karena dihantam secara dahsyat oleh major label, maka menghilang pulalah Skinhead. Tapi ingat, setiap hilangnya suatu tren bukan berarti hilang pula kultur atau budaya yang tercipta atau terbawa oleh trend tersebut.

sumber
http://mods-1968.blogspot.com/2010/03/sejarah-musik-oi.html

sejarah lambretta

Italia, berbeda dengan negara lain, karena lebih dikenal karena scooters-nya. Dalam film, foto, atau dalam sebuah cerita tentang negara ini , scooter adalah sebuah ciri khas yang jelas dalam cara hidup orang Italia. Nama yang paling sering disebutkan ketika skuter dibahas adalah Vespa dan Lambretta, dan kisah ini adalah tentang masa industrialisasi pasca-perang di Italia.

Ini merupakan skuter legendaris mulai tahun 1922, ketika Ferdinando Innocenti pindah ke Roma untuk tujuan membangun pabrik. Produk ini merupakan industrialis baja, dan kepintarannya membuat barang Innocenti itu menjadi terkenal di seluruh Eropa.

Pada tahun 1931, Ferdinando pindah ke Milan, yang telah menjadi pusat industri di Italia, dan sebuah pabrik baru dan lebih besar dibangun. Mr Innocenti mengembangkan sebuah tabung baja halus untuk industri, dan 6000 orang yang bekerja di pabrik ini.

Lalu datanglah Perang Dunia II, dan pabrik dikurangi menjadi tumpukan puing membara. Ketika Ferdinando dilihat perangnya tanah air rusak pada tahun 1946, dia melihat jalan menyobek, kota-kota diratakan, dan penduduk pergi dengan sarana transportasi yang sedikit.


Seperti Mr Piaggio, ia beralasan bahwa jawaban untuk masalah transportasi, adalah scooter - kendaraan yang akan menampilkan biaya produksi yang rendah, menjadi murah untuk beroperasi, dan akan menawarkan perlindungan cuaca yang lebih baik dari sepeda motor. Produksi motorscooters dimulai pada tahun 1947, setelah satu tahun sudah habis dalam mengembangkan dan menguji model prototipe. 
 
Lambretta yang telah dibuat di seluruh dunia, dari tempat kelahiran mereka di Italia untuk negara-negara lain seperti Spanyol, India, Argentina, Brazil, Chili dan banyak lagi. Meskipun beberapa produsen melakukan pasar Lambretta dengan nama berbeda, seperti Serveta dari Spanyol, Siambretta dari Amerika Selatan, mereka semua berbagi desain keluarga yang datang berasal dari Italia.

nnocenti kematian datang pada saat penjualan skuter yang melambat karena mobil kecil memasuki pasar dengan harga yang terjangkau. BMC membuat kesepakatan dengan Innocenti bagi mereka untuk memproduksi mobil di bawah lisensi dari BMC. akhirnya Innocenti dijual kepada BMC, yang dengan cepat melihat produk Lambretta sebagai trik. pemogokan industri Long terjadi, bersama dengan penjualan skuter yang kurang akhirnya mengakibatkan penutupan pabrik Innocenti pada tahun 1972. Pabrik itu dijual kepada pemerintah India, dan Sekuter India Ltd mulai produksi dengan menggunakan perkakas Innocenti sekitar dua tahun kemudian. SIL berhenti memproduksi skuter roda dua pada tahun 1998, dan hari ini bertahan pada memproduksi versi sendiri dari Lambro roda tiga.

 sumber :