Minggu, 25 Maret 2012

PROPOSAL SKRIPSI


WAWANCARA PENELITIAN
ANALISIS STRATEGI BISNIS PADA
PT. XXXX XXXXX

            Kuesioner ini merupakan model kuesioner terbuka kerena jawaban seluruhnya berasal dari perusahaan Bapak/Ibu. Dan data dari hasil kuesioner ini setelahnya tidak akan disebarluaskan karena hasilnya hanya akan digunakan oleh penulis untuk kebutuhan skripsi ini di Universitas Bina Nusantara.
            Peneliti adalah mahasiswa jurusan Ekonomi Manajemen Universitas Bina Nusantara angkatan 2001 dengan jenjang S1 semester akhir dan saat ini sedang dalam penyusunan skripsi.
            Saya mohon kiranya Bapak/Ibu bersedia meluangkan waktu untuk menjawab beberapa pertanyaan pada kuesioner dibawah ini.

 


Dilihat dari faktor internal perusahaan:
  1. Menurut pendapat Bapak/Ibu apa yang menjadi kekuatan dari PT. XXXX XXXXX ?
·         ...............................................................................................................
·         ...............................................................................................................
·         ...............................................................................................................
·         ...............................................................................................................
·         ...............................................................................................................
  1. Menurut pendapat Bapak/Ibu apa yang menjadi kelemahan PT. XXXX XXXXX ?
·         ................................................................................................................
·         ................................................................................................................
·         ................................................................................................................
·         ...............................................................................................................
·         ...............................................................................................................

Dilihat dari faktor Eksternal Perusahaan :
1.         Menurut pendapat Bapak/Ibu apa yang menjadi peluang PT. XXXX XXXXX ?
·         ...............................................................................................................
·         ...............................................................................................................
·         ................................................................................................................
·         ...............................................................................................................
·         ...............................................................................................................
2.         Menurut pendapat Bapak/Ibu apa yang menjadi ancaman PT. XXXX XXXXX ?
·   ...............................................................................................................
·   ...............................................................................................................
·   ...............................................................................................................
·   ................................................................................................................
·   ................................................................................................................










Kuesioner Pembobotan Faktor Internal PT. XXXX XXXXX
No
Keterangan
Mana yang lebih berpengaruh
(A dan B)

Bobot
1
A. Produk yang memiliki kualitas yang baik
B. Harga produk yang relatif stabil


2
A. Produk yang memiliki kualitas yang baik
B. Adanya layanan purna jual


3
A. Produk yang memiliki kualitas yang baik
B. Lokasi perusahaan yang strategis


4
A. Produk yang memiliki kualitas yang baik
B. Adanya brand image yang baik


5
A. Produk yang memiliki kualitas yang baik
B. Model Kurang Mengikuti Trend Pasar


6
A. Produk yang memiliki kualitas yang baik
B. Kurangnya Disiplin Karyawan


7
A. Produk yang memiliki kualitas yang baik
B. Keterlambatan Pengiriman Barang Ke Luar kota


8
A. Produk yang memiliki kualitas yang baik
B. Pembagian Tugas Kerja Yang Tidak Teratur


9
A. Produk yang memiliki kualitas yang baik
B. Kerusakan Barang Pada Saat Pengiriman


10
A. Harga produk yang relatif stabil
B. Adanya layanan purna jual


11
A. Harga produk yang relatif stabil
B. Lokasi perusahaan yang strategis


12
A. Harga produk yang relatif stabil
B. Adanya brand image yang baik


13
A. Harga produk yang relatif stabil
B. Model Kurang Mengikuti Trend Pasar


14
A. Harga produk yang relatif stabil
B. Kurangnya Disiplin Karyawan


15
A. Harga produk yang relatif stabil
B. Keterlambatan Pengiriman Barang Ke Luar kota


16
A. Harga produk yang relatif stabil
B. Pembagian Tugas Kerja Yang Tidak Teratur


17
A. Harga produk yang relatif stabil
B. Kerusakan Barang Pada Saat Pengiriman


18
A. Adanya layanan purna jual
B. Lokasi perusahaan yang strategis


19
A. Adanya layanan purna jual
B. Adanya brand image yang baik


20
A. Adanya layanan purna jual
B. Model Kurang Mengikuti Trend Pasar


21
A. Adanya layanan purna jual
B. Kurangnya Disiplin Karyawan


22
A. Adanya layanan purna jual
B. Keterlambatan Pengiriman Barang Ke Luar kota


23
A. Adanya layanan purna jual
B. Pembagian Tugas Kerja Yang Tidak Teratur


24
A. Adanya layanan purna jual
B. Kerusakan Barang Pada Saat Pengiriman


25
A. Lokasi perusahaan yang strategis
B. Adanya brand image yang baik


26
A. Lokasi perusahaan yang strategis
B. Model Kurang Mengikuti Trend Pasar


27
A. Lokasi perusahaan yang strategis
B. Kurangnya Disiplin Karyawan


28
A. Lokasi perusahaan yang strategis
B. Keterlambatan Pengiriman Barang Ke Luar kota


29
A. Lokasi perusahaan yang strategis
B. Pembagian Tugas Kerja Yang Tidak Teratur


30
A. Lokasi perusahaan yang strategis
B. Kerusakan Barang Pada Saat Pengiriman


31
A. Adanya brand image yang baik
B. Model Kurang Mengikuti Trend Pasar


32
A. Adanya brand image yang baik
B. Kurangnya Disiplin Karyawan


33
A. Adanya brand image yang baik
B. Keterlambatan Pengiriman Barang Ke Luar kota


34
A. Adanya brand image yang baik
B. Pembagian Tugas Kerja Yang Tidak Teratur


35
A. Adanya brand image yang baik
B. Kerusakan Barang Pada Saat Pengiriman


36
A. Model Kurang Mengikuti Trend Pasar
B. Kurangnya Disiplin Karyawan


37
A. Model Kurang Mengikuti Trend Pasar
B. Keterlambatan Pengiriman Barang Ke Luar kota


38
A. Model Kurang Mengikuti Trend Pasar
B. Pembagian Tugas Kerja Yang Tidak Teratur


39
A. Model Kurang Mengikuti Trend Pasar
B. Kerusakan Barang Pada Saat Pengiriman


40
A. Kurangnya Disiplin Karyawan
B. Keterlambatan Pengiriman Barang Ke Luar kota


41
A. Kurangnya Disiplin Karyawan
B. Pembagian Tugas Kerja Yang Tidak Teratur


42
A. Kurangnya Disiplin Karyawan
B. Kerusakan Barang Pada Saat Pengiriman


43
A. Keterlambatan Pengiriman Barang Ke Luar kota
B. Pembagian Tugas Kerja Yang Tidak Teratur


44
A. Keterlambatan Pengiriman Barang Ke Luar kota
B. Kerusakan Barang Pada Saat Pengiriman


45
A. Pembagian Tugas Kerja Yang Tidak Teratur
B. Kerusakan Barang Pada Saat Pengiriman





Kuesioner Pembobotan Faktor Eksternal PT. XXXX XXXXX
No
Keterangan
Mana yang lebih berpengaruh
(A dan B)
Bobot
1
A. Pangsa Pasar Yang Luas
B. Perkembangan Dunia Mode Yang Pesat


2
A. Pangsa Pasar Yang Luas
B. Adanya Penawaran Kerjasama Dengan Perusahaan Lain


3
A. Pangsa Pasar Yang Luas
B. Munculnya Pusat – Pusat Perbelanjaan baru


4
A. Pangsa Pasar Yang Luas
B. Peluang Untuk Melakukan Ekspor


5
A. Pangsa Pasar Yang Luas
B. Banyaknya Pendatang Baru


6
A. Pangsa Pasar Yang Luas
B. Adanya Kemungkinan Perpindahan Sumber Daya Manusia


7
A. Pangsa Pasar Yang Luas
B. Situasi Politik Yang tidak Menentu


8
A. Pangsa Pasar Yang Luas
B. Adanya Produk Peniru


9
A. Pangsa Pasar Yang Luas
B. Keterlambatan Pengiriman Produk Dari Pabrik


10
A. Perkembangan Dunia Mode Yang Pesat
B. Adanya Penawaran Kerjasama Dengan Perusahaan Lain


11
A. Perkembangan Dunia Mode Yang Pesat
B. Munculnya Pusat – Pusat Perbelanjaan baru


12
A. Perkembangan Dunia Mode Yang Pesat
B. Peluang Untuk Melakukan Ekspor


13
A. Perkembangan Dunia Mode Yang Pesat
B. Banyaknya Pendatang Baru


14
A. Perkembangan Dunia Mode Yang Pesat
B. Adanya Kemungkinan Perpindahan Sumber Daya Manusia


15
A. Perkembangan Dunia Mode Yang Pesat
B. Situasi Politik Yang tidak Menentu


16
A. Perkembangan Dunia Mode Yang Pesat
B. Adanya Produk Peniru


17
A. Perkembangan Dunia Mode Yang Pesat
B. Keterlambatan Pengiriman Produk Dari Pabrik


18
A. Adanya Penawaran Kerjasama Dengan Perusahaan Lain
B. Munculnya Pusat – Pusat Perbelanjaan baru


19
A. Adanya Penawaran Kerjasama Dengan Perusahaan Lain
B. Peluang Untuk Melakukan Ekspor


20
A. Adanya Penawaran Kerjasama Dengan Perusahaan Lain
B. Banyaknya Pendatang Baru


21
A. Adanya Penawaran Kerjasama Dengan Perusahaan Lain
B. Adanya Kemungkinan Perpindahan Sumber Daya Manusia


22
A. Adanya Penawaran Kerjasama Dengan Perusahaan Lain
B. Situasi Politik Yang tidak Menentu


23
A. Adanya Penawaran Kerjasama Dengan Perusahaan Lain
B. Adanya Produk Peniru


24
A. Adanya Penawaran Kerjasama Dengan Perusahaan Lain
B. Keterlambatan Pengiriman Produk Dari Pabrik


25
A. Munculnya Pusat – Pusat Perbelanjaan baru
B. Peluang Untuk Melakukan Ekspor


26
A. Munculnya Pusat – Pusat Perbelanjaan baru
B. Banyaknya Pendatang Baru


27
A. Munculnya Pusat – Pusat Perbelanjaan baru
B. Adanya Kemungkinan Perpindahan Sumber Daya Manusia


28
A. Munculnya Pusat – Pusat Perbelanjaan baru
B. Situasi Politik Yang tidak Menentu


29
A. Munculnya Pusat – Pusat Perbelanjaan baru
B. Adanya Produk Peniru


30
A. Munculnya Pusat – Pusat Perbelanjaan baru
B. Keterlambatan Pengiriman Produk Dari Pabrik


31
A. Peluang Untuk Melakukan Ekspor
B. Banyaknya Pendatang Baru


32
A. Peluang Untuk Melakukan Ekspor
B. Adanya Kemungkinan Perpindahan Sumber Daya Manusia


33
A. Peluang Untuk Melakukan Ekspor
B. Situasi Politik Yang tidak Menentu


34
A. Peluang Untuk Melakukan Ekspor
B. Adanya Produk Peniru


35
A. Peluang Untuk Melakukan Ekspor
B. Keterlambatan Pengiriman Produk Dari Pabrik


36
A. Banyaknya Pendatang Baru
B. Adanya Kemungkinan Perpindahan Sumber Daya Manusia


37
A. Banyaknya Pendatang Baru
B. Situasi Politik Yang tidak Menentu


38
A. Banyaknya Pendatang Baru
B. Adanya Produk Peniru


39
A. Banyaknya Pendatang Baru
B. Keterlambatan Pengiriman Produk Dari Pabrik


40
A. Adanya Kemungkinan Perpindahan Sumber Daya Manusia
B. Situasi Politik Yang tidak Menentu


41
A. Adanya Kemungkinan Perpindahan Sumber Daya Manusia
B. Adanya Produk Peniru


42
A. Adanya Kemungkinan Perpindahan Sumber Daya Manusia
B. Keterlambatan Pengiriman Produk Dari Pabrik


43
A. Situasi Politik Yang tidak Menentu
B. Adanya Produk Peniru


44
A. Situasi Politik Yang tidak Menentu
B. Keterlambatan Pengiriman Produk Dari Pabrik


45
A. Adanya Produk Peniru
B. Keterlambatan Pengiriman Produk Dari Pabrik





Hasil Kuesioner Penilaian Skor Faktor Internal PT. XXXX XXXXX
No
Faktor Internal PT. XXXX XXXXX
Skor
1
Produk yang memiliki kualitas yang baik

2
Harga produk yang relatif stabil

3
Adanya layanan purna jual

4
Lokasi perusahaan yang strategis

5
Adanya brand image yang baik

6
Model Kurang Mengikuti Trend Pasar

7
Kurangnya Disiplin Karyawan

8
Keterlambatan Pengiriman Barang Ke Luar kota

9
Pembagian Tugas Kerja Yang Tidak Teratur

10
Kerusakan Barang Pada Saat Pengiriman


Hasil Kuesioner Penilaian Skor Faktor Eksternal PT. XXXX XXXXX
No
Faktor Eksternal PT. XXXX XXXXX
Skor
1
Pangsa Pasar Yang Luas

2
Perkembangan Dunia Mode Yang Pesat

3
Adanya Penawaran Kerjasama Dengan Perusahaan Lain

4
Munculnya Pusat – Pusat Perbelanjaan baru

5
Peluang Untuk Melakukan Ekspor

6
Banyaknya Pendatang Baru

7
Adanya Kemungkinan Perpindahan Sumber Daya Manusia

8
Situasi Politik Yang tidak Menentu

9
Adanya Produk Peniru

10
Keterlambatan Pengiriman Produk Dari Pabrik


 





Analisis Strategi Bisnis Pada PT. XXXX XXXXXX






SKRIPSI





Oleh :



XXXXXXX-XXXXXXXX
XXXXXXX-XXXXXXXXXXX




 


 

 

 

 

 


Jurusan Manajemen  Fakultas Ekonomi

Universitas Bina Nusantara

Jakarta

XXXX






 





Analisis Strategi Bisnis Pada PT. XXXX XXXXXX




SKRIPSI


Diajukan sebagai salah satu syarat
untuk mendapatkan gelar Sarjana  pada
Jurusan Manajemen  Fakultas Ekonomi
Jenjang Pendidikan Strata 1



Oleh :


XXXXXXXX – 0XXXXXXXXX
XXXXXXXXXX – XXXXXX






 


 

 

 

 

 


Jurusan Manajemen  Fakultas Ekonomi

Universitas Bina Nusantara

Jakarta







i


Universitas Bina Nusantara

Jurusan Manajemen – Fakultas Ekonomi


 


Pernyataan Kesiapan Skripsi untuk Ujian Pendadaran

Kami,
XXXXX-XXXXXX
XXXXXXX-XXXXXX

dengan ini menyatakan bahwa Skripsi yang berjudul :


Analisis Strategi Bisnis Pada PT. XXXX XXXXXX



adalah benar hasil karya kami  dan belum pernah diajukan sebagai karya ilmiah,
 sebagian, atau seluruhnya atas nama kami atau pihak lain



Jakarta, 17 Januari XXXX

Penyusun Skripsi






XXXXXXX
NIM :XXXXXXX


Penyusun Skripsi






XXXXXXXX
NIM :XXXXXX

Menyetujui,
Dosen Pembimbing





Enggal Sri Wardiningsih
Kode Dosen : D2235

Mengetahui,
Ketua Jurusan Manajemen








ii




Universitas Bina Nusantara

Jurusan Manajemen – Fakultas Ekonomi


 



Persetujuan Skripsi


Yang bertanda tangan di bawah ini , menyatakan bahwa skripsi dengan judul


Analisis Strategi Bisnis Pada PT. XXXX XXXXXX


Disusun oleh :

XXXXXXX-XXXXXXXXXX
XXXXX-XXXXXXXXXXXX





telah disetujui dan diterima sebagai salah satu karya ilmiah mahasiswa yang bersangkutan pada Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi Universitas Bina Nusantara





Jakarta, 17 Januari XXXXX

Mengetahui,
Ketua Jurusan Manajemen








Dosen Pembimbing





Enggal Sri Wardiningsih
Kode Dosen : D2235





iii


Universitas Bina Nusantara



 


Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi
Skripsi Strata 1 - Semester Ganjil  tahun 2005 / 2006

Analisis Strategi Bisnis Pada PT. XXXX XXXXXX


Fahrunsyah – 0500577836
Master Lukas Johanes – 0500585661


           
Abstrak

            PT. XXXX XXXXXX adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan produk sepatu dan sandal dengan merk XXXXXXX dan XXXXX. Dengan semakin banyaknya persaingan dalam dunia bisnis sekarang ini, merupakan suatu tantangan bagi perusahaan untuk dapat selalu bersaing dan bertahan didalam persaingan bisnis.
            Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Tehnik pengumpulan data menggunakan penelitian melalui survey, yaitu melakukan wawancara dan memberikan kuisioner kepada direktur perusahaan dan manajer bagian layanan umum yang membawahi bagian penjualan. Data-data yang telah diperoleh dianalisis dengan mengunakan analisis SWOT, alasannya karena dalam membuat suatu strategi yang tepat untuk dijalankan perusahaan harus terlebih dahulu melihat dari segi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman perusahaan, dalam melakukan penelitian menggunakan analisis SWOT untuk mengetahui dengan tepat strategi yang digunakan perusahaan dalam menjalankan perusahaannya.
            Dari analisis SWOT yang dilakukan diketahui bahwa nilai IFAS 2,64584  dan nilai EFAS 2,32827. sehingga matrik IEnya menunjukan bahwa posisi perusahaan berada pada strategi konsentrasi melalui integrasi horisontal atau stabilitas, yaitu merupakan suatu keadaan dimana perusahaan mengalami suatu masa pertumbuhan. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa strategi yang sebaiknya digunakan adalah strategi pertumbuhan melalui integrasi horizontal, yaitu suatu kegiatan untuk memperluas perusahaan dengan cara membangun outlet-outlet dan butik-butik penjualan di kota-kota besar, dan juga meningkatkan produknya dengan melakukan inovasi produk. Hasil diagram SWOT juga menunjukan bahwa perusahaan menerapkan strategi agresif atau pada kuadran 1 dimana pada kuadran 1 ini memiliki nilai positif.
            Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa perusahaan sebaiknya menerapkan strategi SO (strengths – opportunities) agar dapat mempertahankan kondisi perusahaan agar dapat tetap dapat bertahan dalam bidangnya.


Kata Kunci

Analisis, Strategi Bisnis, SWOT





iii

KATA PENGANTAR


Puji  syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala karunianya sehingga penyusun dapat menyelesaikan skripsi ini, yang merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana ekonomi jurusan  manajemen pada Fakultas Ekonomi Universitas Bina Nusantara.
            Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bimbingan, nasihat, serta dukungan baik secara moril maupun material sehingga penyusun mampu menyelesaikan skripsi ini, terutama kepada:
1.    Bapak  XXXXXX Rektor Universitas Bina Nusantara
2.    Bapak XXXXXXX Pejabat Dekan Fakultas Ekonomi
3.    Bapak XXXXXXX Ketua Jurusan Manajemen Universitas Bina Nusantara
4.    Ibu Enggal Sri Wardiningsih SE., MSi, selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktunya dengan sabar untuk membimbing dan mengarahkan penulis dalam penulisan skripsi ini.
5.    Bapak Marga Singgih, selaku General Manager PT. XXXX XXXXXX yang telah memberikan kesempatan dan bantuannya untuk menyelesaikan skripsi.
6.    Seluruh Dosen Universitas Bina Nusantara yang telah memberikan pengajaran, bimbingan, dan dorongan selama penulis menempuh pendidikan di Universitas Bina Nusantara.
7.    Keluarga tercinta yang telah banyak memberikan doa, nasihat, dan dukungan yang sangat berarti selama penulis menempuh pendidikannya.
8.    Teman-teman yang selama ini turut serta membantu membimbing, mendukung, dan memberikan doa kepada penulis.
9.    Seluruh staff perpustakaan Universitas Bina Nusantara yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi.
10.  Serta pihak-pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

            Penulis dengan segala keterbatasannya menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan skripsi ini, oleh karena itu penulis menerima segala kritik dan saran yang dapat membangun dalam penyempurnaan skripsi ini. Akhir kata penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan dapat digunakan sebaik-baiknya.


Jakarta, 17 Januari XXXXX
Penyusun,


XXXXXXX & XXXXXXX






iv

DAFTAR ISI


Halaman
Halaman Judul …………………………………………………………………………………………………..
i
Halaman Pengesahan ………………………………………………………………………………………..
ii
ABSTRAK  …………………………………………………………………………………………………………
iii
KATA PENGANTAR  ……………………………………………………………………………………………
iv
DAFTAR ISI  ……………………………………………………………………………………………………..
v
DAFTAR TABEL  ………………………………………………………………………………………………..
vii
DAFTAR GAMBAR ……………………………………………………………………………………………..
viii
Bab 1 . PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang  ………………………………………………………………………………………
1

1.2 Identifikasi Masalah  ………………………………………………………………………………
3

1.3 Tujuan dan Manfaat ……………………………………………………………………………….
4

1.4 Sistematika Penulisan ……………………………………………………………………………..
5
Bab 2. LANDASAN TEORI


2.1 Pengertian dan Konsep Strategi ……………………………………………………………….
6

2.2 Level Strategi ………………………………………………………………………………………..
7

2.3 Tipe-tipe Strategi …………………………………………………………………………………..
7

2.4 Pengertian Manajemen Strategi Dan Perencanaan strategi …………………………
8

2.4.1 Pengertian Manajemen Strategi ………………………………………………………
8

2.4.2 Pengertian Bisnis  ………………………………………………………………………….
10

2.4.3 Pengertian Strategi Bisnis ……………………………………………………………….
10

2.4.4 Empat Tahap Utama Dalam Pengembangan Strategi Bisnis  ………………
11

2.4.5 Perencanaan Strategi Bisnis ……………………………………………………………
12

2.5 Perumusan Strategi ………………………………………………………………………………..
13

2.6 Strategi Bersaing …………………………………………………………………………………..
14

2.7 Analisis Lingkungan Usaha ……………………………………………………………………..
17

2.8 Metodologi Penelitian …………………………………………………………………………….
18

2.8.1 Jenis Dan Metode Penelitian …………………………………………………………..
18

2.8.2 Teknik Pengumpulan data ……………………………………………………………..
18

2.8.3 Definisi Operasional dan Instrumen Pengukuran ………………………………
19

2.8.4 Teknik Analisis Data ……………………………………………………………………….
21
Bab 3. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN


3.1 Perkembangan Perusahaan ……………………………………………………………………..
28

3.1.1 Visi dan Misi PT. XXXX XXXXXX .........................................................
31

3.2 Kondisi Bisnis Perusahaan ……………………………………………………………………….
32

3.3 Struktur Organisasi dan Uraian Pekerjaan …………………………………………………
37
Bab 4.HASIL DAN ANALISIS PENELITIAN


4.1 Hasil Penelitian ………………………………………………………………………………………
45

4.1.1 Rekapitulasi Faktor Kekuatan Internal PT. XXXX XXXXXX ………………….
45

4.1.2 Rekapitulasi Faktor Kelemahan Internal PT. XXXX XXXXXX ………………..
48

4.1.3 Rekapitulasi Faktor Peluang Eksternal PT. XXXX XXXXXX ………………….
50

4.1.4 Rekapitulasi Faktor Ancaman Eksternal PT. XXXX XXXXXX ………………..
52

4.1.5 Hasil kuesioner Pembobotan Faktor Internal dan Eksternal  ……………….
54

4.1.6 Hasil kuesioner Penilaian Skor Faktor Internal dan Eksternal ……………..
58

4.1.7 Tahap I : Tahap Input Data PT. XXXX XXXXXX ………………………………..
59

4.1.8 Matrik IFAS  ………………………………………………………………………………….
64

4.1.9 Matrik EFAS …………………………………………………………………………………..
65

4.1.10 Tahap II: Tahap Pencocokan Data PT. XXXX XXXXXX ……………………..
66

4.1.11 Hasil Diagram SWOT ……………………………………………………………………
67

4.1.12 Hasil Matrik SWOT ………………………………………………………………………
69

4.2 Hasil Penelitian ……………………………………………………………………………………..
70
Bab 5. SIMPULAN DAN SARAN


5.1 Simpulan ……………………………………………………………………………………………….
73

5.2 Saran ……………………………………………………………………………………………………
74

5.3 Keterbatasan Skripsi………………………………………………………………………………..
75
Daftar Pustaka ………………………………………………………………………………………………….
76
Riwayat Hidup …………………………………………………………………………………………………..
77
Lampiran …………………………………………………………………………………………………………..
L1


















vi

 

DAFTAR TABEL



Halaman
Tabel 2.1
Operasional Variabel ……………………………………………………………………….
20
Tabel 2.2
Diagram Matrik SWOT …………………………………………………………………….
22
Tabel 2.3
Eksternal Faktor Analysis Summary ………………………………………………….
24
Tabel 2.4
Internal Faktor Analysis Summary ……………………………………………………
24
Tabel 2.5
Matrik Internal dan Eksternal dengan pemetaan Strategi ……………………
26
Tabel 4.1
Rekapitulasi Faktor kekuatan Internal PT. XXXX XXXXXX …………………..
46
Tabel 4.2
Rekapitulasi Faktor Kelemahan Internal PT. XXXX XXXXXX …………………
48
Tabel 4.3
Rekapitulasi Faktor Peluang Eksternal PT. XXXX XXXXXX …………………..
50
Tabel 4.4
Rekapitulasi Faktor Ancaman Eksternal PT. XXXX XXXXXX …………………
52
Tabel 4.5
Kuesioner Pembobotan Faktor Internal PT. XXXX XXXXXX ………………….
54
Tabel 4.6
Kuesioner Pembobotan Faktor Eksternal PT. XXXX XXXXXX ……………….
56
Tabel 4.7
Hasil Kuesioner Penilaian Skor Faktor Internal PT. XXXX XXXXXX ……….
58
Tabel 4.8
Hasil Kuesioner Penilaian Skor Faktor Eksternal PT. XXXX XXXXXX ……..
58
Tabel 4.9
Penentuan Bobot Dengan Perbandingan Berpasangan Faktor Internal …
60
Tabel 4.10
Normalisasi Bobot Faktor Internal ……………………………………………………
61
Tabel 4.11
Penentuan Bobot Dengan Perbandingan Berpasangan Faktor Eksternal .
62
Tabel 4.12
Normalisasi Bobot Faktor Eksternal ………………………………………………….
63
Tabel 4.13
Matrik IFAS ……………………………………………………………………………………
64
Tabel 4.14
Matrik EFAS …………………………………………………………………………………..
65
Tabel 4.15
Hasil Matrik Internal Eksternal …………………………………………………………
66
Tabel 4.16
Hasil Matrik SWOT ………………………………………………………………………….
69
Tabel 4.17
Faktor Kekuatan PT. XXXX XXXXXX ………………………………………………….
70
Tabel 4.18
Faktor Kelemahan PT. XXXX XXXXXX ……………………………………………….
70
Tabel 4.19
Faktor Peluang PT. XXXX XXXXXX ……………………………………………………
70
Tabel 4.20
Faktor Ancaman PT. XXXX XXXXXX ………………………………………………….
70




DAFTAR GAMBAR



Halaman
Gambar 2.1
Tekanan Lima Kekuatan Persainagn Dalam Industri …………………………
15
Gambar 2.2
Diagram Analisis SWOT …………………………………………………………………
23
Gambar 2.3
Internal dan Eksternal Matriks ………………………………………………………
25
Gambar 2.4
Kerangka Pemikiran Teoritis ………………………………………………………….
27
Gambar 3.1
Tekanan Lima Kekuatan Persaingan Dalam Industri …………………………
33
Gambar 3.2
Struktur Organisasi ……………………………………………………………………….
38
Gambar 4.1
Pangsa Pasar Penjualan …………………………………………………………………
50
Gambar 4.2
Hasil Diagram SWOT …………………………………………………………………….
67


 

DAFTAR PUSTAKA


David, Fred R. (2004). Manajemen Strategis : Konsep. Seventh Edition. PT. Intan Sejati Klaten, Indonesia
Hariadi, Bambang. (2003). Strategi Manajemen. BanyuMedia Publishing, Jakarta.
Hisrich, Robert D. William P Peter. (2000). Entrepreneurship. Fourth Edition. Mc Graw Hill Companies, Singapore.
Madura, Jeff. (2001). PengantarBisnis. Edisi Pertama. Salemba Empat, Jakarta.
Rangkuti, Fredy. (2000). Analisis dan Teknik Membedah Kasus Bisnis. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, Indonesia.
Robinson and Pearce. (2000). Strategic Management: Formulation, Implementation and Control. Seventh Edition. Mc Graw Hill Higher Education, Singapore.
Sugiyono. (2003). Metode Penelitian Bisnis. CV. Alfabeta, Bandung, Indonesia.
Supranto, J. (2003). Statistik Teori dan Aplikasi. Erlangga, Jakarta.
Suryana. (2000). Kewirausahaan. PT. Salemba Empat, Jakarta.
Tjiptono, Fandy. (2001). Strategi Bisnis, Andi Offset, Jakarta.
Triandaru, Sigit. (2001). Ekonomi Mikro: Pendekatan Kontemporer. PT. Salemba Empat, Jakarta.
Tunggal, Amin Widjaja. (2004). Manajemen Strategik. Edisi Pertama. Harvarindo, Jakarta.
Umar, Husein. (2002). Strategic Management In Action. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, Indonesia.
Umar, Husein. (2003). Riset Pemasaran dan Prilaku Konsumen. Cetakan Ketiga. PT. SUN, Jakarta.





RIWAYAT HIDUP


Nama
:
Fahrunsyah
Tempat / Tanggal Lahir
:
Jakarta, 15 Oktober 1982
Jenis Kelamin
:
Pria
Alamat rumah
:
Jl. Penyelesaian Tomang III no.9 Meruya
Riwayat Pendidikan
:

·         Sekolah Dasar
:
1989 - 1995 (SD Cinaggung, Serang)
·         Sekolah Menengah Pertama
:
1995 - 1998 (SMPN 5, Pekanbaru)
·         Sekolah Menengah Atas
:
1998 - 2001 (SMU Al Kamal, Jakarta)
·         Perguruan Tinggi
:
2001 – sekarang (Universitas Bina Nusantara)
Pengalaman kerja
:
-






Nama
:
Master Lukas Johanes
Tempat / Tanggal Lahir
:
Jakarta, 17 November 1983
Jenis Kelamin
:
Pria
Alamat rumah
:
Jl. Harun Raya No.33 RT06. Rw 07.
Riwayat Pendidikan
:

·         Sekolah Dasar
:
1989 – 1995 (SD Karunia, Jakarta)
·         Sekolah Menengah Pertama
:
1995 – 1998 (SMP Karunia, Jakarta)
·         Sekolah Menengah Atas
:
1998 – 2001 (SMU Tarsisius II, Jakarta)
·         Perguruan Tinggi
:
2001 – Sekarang (Universitas Bina Nusantara)
Pengalaman kerja
:
-





















































Selasa, 04 Oktober 2011

SEJARAH ADIDAS

adidas, atau dikenal juga dengan adidas-Salomon AG, merupakan sebuah merk sepatu dari Jerman yang sangat terkenal. Didirikan oleh Adolf Dassler, yang mulai memproduksi sepatu pada 1920-an di Herzogenaurach dekat Nuremberg. Rancangan baju dan sepatu perusahaan ini biasanya termasuk tiga strip paralel dengan warna yang sama, dan motif yang sama digunakan sebagai logo resmi adidas. Pada Agustus 2005, adidas mengakuisi rivalnya, Reebok, dalam upaya memperketat persaingan dengan Nike.

Selama lebih dari 80 tahun lamanya grup Adidas telah menjadi bagian dari dunia olahraga di segala bidangnya dengan menawarkan sepatu, pakaian serta beragam aksesori pelengkap olahraga yang bernilai seni pada setiap produknya. Strategi grup Adidas sangatlah simpel: memperkuat brand secara terus menerus dan meng-improvisasi posisi kompetitif serta keuangan mereka. Aktivitas perusahaan dan lebih dari 150 cabangnya dipantau langsung oleh pemimpin grup di Herzogenaurach, Jerman. (sumber : wikipedia)

Pada awalnya perusahaan ini hanya memproduksi selop. Pada suatu hari di tahun 1925, Adi berhasil merancang sepasang sepatu olahraga, dan sejak itu usaha perbaikan dan pengembangan dalam bidang sepatu pun terus dilakukan. Setelah berbagai inovasi dilakukan, pada tahun 1927-an, adidas sudah berhasil merancang sepatu khusus untuk berbagai keperluan olahraga, dan pada 1928 mereka memberikan sepatu mereka secara gratis kepada atlet-atlet yang berpartisipasi pada Olimpiade Amsterdam. Didukung oleh kemajuan bidang penyiaran dan pertelevisian, adidas menikmati keuntungan dari event olahraga seperti Olimpiade atau sepakbola, karena logo 3 strip mereka mudah dikenali dari jauh.

Setelah krisis pada awal 80-an, terutama karena berjayanya Nike di pasar internasional, adidas berhasil mengembalikan pamornya pada tahun 1986 ketika Run D.M.C, sebuah grup musik rap dari New York, membuat lagu yang berjudul “My Adidas”, dan sekaligus mempopulerkan sepatu adidas yang mereka pakai tanpa menggunakan tali. Hal tersebut menjadi gaya tersendiri yang banyak ditiru oleh fans-fans mereka.

Pada dekade 90-an terutama di AS dan Eropa berkembang pikiran bahwa generasi muda cenderung menghindari apapun yang orang tua mereka pakai, termasuk dalam urusan sepatu. Mereka menghindari pemakaian nike dan reebok, yang dulu dipakai oleh orang tua mereka. Sehingga barang-barang produksi adidas yang sudah berumur 20 tahun-pun tiba-tiba menjadi barang koleksi yang mahal harganya dan dicari-cari oleh banyak orang. Hal ini pun dimanfaatkan oleh adidas untuk memproduksi dan mengeluarkan kembali (re-issue) beberapa model sepatu populernya (seperti adidas rom, rekord, athen, dublin) .Hal ini mengangkat status adidas itu sendiri, dari sekedar produk olahraga menjadi semacam lambang gaya hidup yang baru. (sumber: loyaltoadidas)

Minggu, 22 Mei 2011

Tugas akhir Teoi Organisai Umum

Konsep Diri Saya Tentang Keterbukaan

Tugas Teori Organisasi Umum 2
No. 1
Coba anda jelaskan konsep diri anda tentang keterbukaan pada skala berapa? dari skala -10 (tertutup) s/d 10 (terbuka)
Saya ada pada skala 8. Saya termasuk orang yang terbuka kepada siapapun, terutama teman terdekat saya. Apabila saya mengalami masalah atau mengalami suatu kejadian yang saya anggap penting, pasti saya akan bercerita kepada teman terdekat saya bahkan ke orang tua saya sekalipun terutama mama.
Biasanya saya juga selalu menjelaskan hal yang akan saya ceritakan tersebut secara detail. Saya salah satu tipe orang yang menyukai suatu keterbukaan. Karena bagi saya, keterbukaan itu adalah salah satu cara untuk saling berkomunikasi dengan baik dan juga hal tersebut termasuk kejujuran yang apa adanya. Karena dengan terbuka, kita pasti akan jujur dengan apa yang kita ceritakan ataupun yang kita jelaskan. Karena saya juga termasuk tipe orang yang sangat menjunjung tinggi arti sebuah kejujuran, terutama di dalam suatu hubungan pertemanan dan lainnya. Dengan terbuka dan jujur, kita akan tenang dan nyaman dalam menjalani sebuah hidup. Semua itu juga yang akan membuat hidup kita lebih bermakna serta bahagia.
Point -2 nya yaitu, ada di suatu hal saya tidak terlalu terbuka. Yaitu apabila berhubungan dengan sesuatu yang sangat pribadi dan tidak pantas untuk diceritakan ke orang lain, bahkan ke orang terdekat sekalipun. Tapi hal itu sangat jarang terjadi pada saya, dan sangat jarang saya alami. :)

Konteks Belajar dan Kuliah Saya Menurut Pendapat Teman

Tugas Teori Organisasi Umum 2
No. 2
Coba anda tanya ke teman anda ( 2 orang ) tentang perilaku anda dan konteks belajar-kuliah anda?
Saya sudah menanyakan pertanyaan ini kepada ke dua orang teman terdekat saya di kelas, kedua orang tersebut yaitu Rian dan Fahmi . Mereka adalah teman saya di kelas 2KA11.
Inilah pendapat mereka tentang saya : yang saya langsung catat dan ingat tanpa menambahkan ataupun mengurangi apa yang mereka berdua ucapkan.
Rian P               : “Menurut gw, anak laki-laki di 2KA11 ini salah satu mahasiswa teman yang baik dan rajin kuliah tetapi tidak terlalu pintar dalam mata kuliah”.
Fahmi               : “Menurut gw, lo itu termasuk teman yang baik terhadap teman lainnya dan rajin dalam kuliah mengerjakan tugas, walapun ga terlalu pintar dalam mata kuliah”.

Pengertian Teori X dan Y Dari Sisi Kepemimpinan

Tugas Teori Organisasi Umum 2
No. 3
Jelaskan konsep teori x dan y dari sisi kepemimpinan?
Teori X dan Teori Y (X Y Behavior Theory) Douglas McGregor
Teori prilaku adalah teori yang menjelaskan bahwa suatu perilaku tertentu dapat membedakan pemimpin dan bukan pemimpin pada orang-orang. Konsep teori X dan Y dikemukakan oleh Douglas McGregor dalam buku The Human Side Enterprise di mana para manajer / pemimpin organisasi perusahaan memiliki dua jenis pandangan terhadap para pegawai / karyawan yaitu teori x atau teori y.
A. Teori X
Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pekerja memiliki ambisi yang kecil untuk mencapai tujuan perusahaan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi. Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi, diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan.
B. Teori Y
Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya. Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan perusahaan. Pekerja memiliki kemampuan kreativitas, imajinasi, kepandaian serta memahami tanggung jawab dan prestasi atas pencapaian tujuan kerja. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja.
Ini adalah salah satu teori kepemimpinan yang masih banyak penganutnya. Menurut McGregor, organisasi tradisional dengan ciri-cirinya yang sentralisasi dalam pengambilan keputusan, terumuskan dalam dua model yang dia namakan Theori X dan Teori.Y.
Teori X menyatakan bahwa sebagian besar orang-orang ini lebih suka diperintah, dan tidak tertarik akan rasa tanggung jawab serta menginginkan keamanan atas segalanya. Lebih lanjut menurut asumís teori X dari McGregor ini bahwa orang-orang ini pada hakekatnya adalah :
- Tidak menyukai bekerja
- Tidak menyukai kemauan dan ambisi untuk bertanggung jawab, dan lebih menyukai diarahkan atau diperintah
- Mempunyai kemampuan yang kecil untuk berkreasi mengatasi masalah-masalah organisasi.
- Hanya membutuhkan motivasi fisiologis dan keamanan saja.
- Harus diawasi secara ketat dan sering dipaksa untuk mncapai tujuan organisasi..
Untuk menyadari kelemahan dari asumí teori X itu maka McGregor memberikan alternatif teori lain yang dinamakan teori Y. asumís teori Y ini menyatakan bahwa orang-orang pada hakekatnya tidak malas dan dapat dipercaya, tidak seperti yang diduga oleh teori X. Secara keseluruhan asumís teori Y mengenai manusia adalah sbb :
- Pekerjaan itu pada hakekatnya seperti bermain dapat memberikan kepuasan lepada orang. Keduanya bekerja dan bermain merupakan aktiva-aktiva fisik dan mental. Sehingga di antara keduanya tidak ada perbedaan, jika keadaan sama-sama menyenangkan.
- Manusia dapat mengawasi diri sendiri, dan hal itu tidak bisa dihindari dalam rangka mencapai tujuan-tujuan organisasi.
- Motivasi tidak saja berlaku pada kebutuhan-kebutuhan sosial, penghargaan dan aktualisasi diri tetapi juga pada tingkat kebutuhan-kebutuhan fisiologi dan keamanan.
- Orang-orang dapat mengendalikan diri dan kreatif dalam bekerja jika dimotivasi secara tepat.
Dengan memahami asumsi dasar teori Y ini, McGregor menyatakan selanjutnya bahwa merupakan tugas yang penting bagi menajemen untuk melepaskan tali pengendali dengan memberikan desempatan mengembangkan potensi yang ada pada masing-masing individu. Motivasi yang sesuai bagi orang-orang untuk mencapai tujuannya sendiri sebaik mungkin, dengan memberikan pengarahan usaha-usaha mereka untuk mencapai tujuan organisasi.
Opini: “Menurut saya teori X itu memang sangat sesuai dengan apa yang dialami kebanyakan orang saat ini, tetapi yang seharusnya kita terapkan dengan baik yaitu teori Y. Karena sudah sepantasnya, jika kita bekerja pada suatu tempat, kita tidak hanya menginginkan hasil yang tinggi tanpa kerja keras yang berat sesuai dengan yang kita dapatkan. Kita harus menyeimbangkan antara kedua hal tersebut agar kita bisa menjadi seorang yang mendapatkan hasil tinggi dengan kerja keras setimpal dengan apa yang kita kerjakan. Dengan itu kita akan lebih baik dalam menjalani kehidupan ini sebagai seorang pekerja sesuai dengan teori tersebut.”

Kumpulan Teori Motivasi

Tugas Teori Organisasi Umum 2
No. 4
Coba anda browsing tentang teori motivasi? dan buat tulisan kecil tentang teori tersebut
- Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)
Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu : (1) kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex; (2) kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual; (3) kebutuhan akan kasih sayang (love needs); (4) kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status; dan (5) aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
Kebutuhan-kebutuhan yang disebut pertama (fisiologis) dan kedua (keamanan) kadang-kadang diklasifikasikan dengan cara lain, misalnya dengan menggolongkannya sebagai kebutuhan primer, sedangkan yang lainnya dikenal pula dengan klasifikasi kebutuhan sekunder. Terlepas dari cara membuat klasifikasi kebutuhan manusia itu, yang jelas adalah bahwa sifat, jenis dan intensitas kebutuhan manusia berbeda satu orang dengan yang lainnya karena manusia merupakan individu yang unik. Juga jelas bahwa kebutuhan manusia itu tidak hanya bersifat materi, akan tetapi bersifat pskologikal, mental, intelektual dan bahkan juga spiritual.
Menarik pula untuk dicatat bahwa dengan makin banyaknya organisasi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat dan makin mendalamnya pemahaman tentang unsur manusia dalam kehidupan organisasional, teori “klasik” Maslow semakin dipergunakan, bahkan dikatakan mengalami “koreksi”. Penyempurnaan atau “koreksi” tersebut terutama diarahkan pada konsep “hierarki kebutuhan “ yang dikemukakan oleh Maslow. Istilah “hierarki” dapat diartikan sebagai tingkatan. Atau secara analogi berarti anak tangga. Logikanya ialah bahwa menaiki suatu tangga berarti dimulai dengan anak tangga yang pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Jika konsep tersebut diaplikasikan pada pemuasan kebutuhan manusia, berarti seseorang tidak akan berusaha memuaskan kebutuhan tingkat kedua,- dalam hal ini keamanan- sebelum kebutuhan tingkat pertama yaitu sandang, pangan, dan papan terpenuhi; yang ketiga tidak akan diusahakan pemuasan sebelum seseorang merasa aman, demikian pula seterusnya.
Berangkat dari kenyataan bahwa pemahaman tentang berbagai kebutuhan manusia makin mendalam penyempurnaan dan “koreksi” dirasakan bukan hanya tepat, akan tetapi juga memang diperlukan karena pengalaman menunjukkan bahwa usaha pemuasan berbagai kebutuhan manusia berlangsung secara simultan. Artinya, sambil memuaskan kebutuhan fisik, seseorang pada waktu yang bersamaan ingin menikmati rasa aman, merasa dihargai, memerlukan teman serta ingin berkembang.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa lebih tepat apabila berbagai kebutuhan manusia digolongkan sebagai rangkaian dan bukan sebagai hierarki. Dalam hubungan ini, perlu ditekankan bahwa :
Kebutuhan yang satu saat sudah terpenuhi sangat mungkin akan timbul lagi di waktu yang akan datang;
Pemuasaan berbagai kebutuhan tertentu, terutama kebutuhan fisik, bisa bergeser dari pendekatan kuantitatif menjadi pendekatan kualitatif dalam pemuasannya.
Berbagai kebutuhan tersebut tidak akan mencapai “titik jenuh” dalam arti tibanya suatu kondisi dalam mana seseorang tidak lagi dapat berbuat sesuatu dalam pemenuhan kebutuhan itu.
Kendati pemikiran Maslow tentang teori kebutuhan ini tampak lebih bersifat teoritis, namun telah memberikan fundasi dan mengilhami bagi pengembangan teori-teori motivasi yang berorientasi pada kebutuhan berikutnya yang lebih bersifat aplikatif.
- Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi)
Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement (N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. Murray sebagaimana dikutip oleh Winardi merumuskan kebutuhan akan prestasi tersebut sebagai keinginan :“ Melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan yang sulit. Menguasai, memanipulasi, atau mengorganisasi obyek-obyek fisik, manusia, atau ide-ide melaksanakan hal-hal tersebut secepat mungkin dan seindependen mungkin, sesuai kondisi yang berlaku. Mengatasi kendala-kendala, mencapai standar tinggi. Mencapai performa puncak untuk diri sendiri. Mampu menang dalam persaingan dengan pihak lain. Meningkatkan kemampuan diri melalui penerapan bakat secara berhasil.”
Menurut McClelland karakteristik orang yang berprestasi tinggi (high achievers) memiliki tiga ciri umum yaitu : (1) sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat; (2) menyukai situasi-situasi di mana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka sendiri, dan bukan karena faktor-faktor lain, seperti kemujuran misalnya; dan (3) menginginkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka, dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah.
- Teori Clyton Alderfer (Teori “ERG)
Teori Alderfer dikenal dengan akronim “ERG” . Akronim “ERG” dalam teori Alderfer merupakan huruf-huruf pertama dari tiga istilah yaitu : E = Existence (kebutuhan akan eksistensi), R = Relatedness (kebutuhanuntuk berhubungan dengan pihak lain, dan G = Growth (kebutuhan akan pertumbuhan)
Jika makna tiga istilah tersebut didalami akan tampak dua hal penting. Pertama, secara konseptual terdapat persamaan antara teori atau model yang dikembangkan oleh Maslow dan Alderfer. Karena “Existence” dapat dikatakan identik dengan hierarki pertama dan kedua dalam teori Maslow; “ Relatedness” senada dengan hierarki kebutuhan ketiga dan keempat menurut konsep Maslow dan “Growth” mengandung makna sama dengan “self actualization” menurut Maslow. Kedua, teori Alderfer menekankan bahwa berbagai jenis kebutuhan manusia itu diusahakan pemuasannya secara serentak. Apabila teori Alderfer disimak lebih lanjut akan tampak bahwa :
Makin tidak terpenuhinya suatu kebutuhan tertentu, makin besar pula keinginan untuk memuaskannya;
Kuatnya keinginan memuaskan kebutuhan yang “lebih tinggi” semakin besar apabila kebutuhan yang lebih rendah telah dipuaskan;
Sebaliknya, semakin sulit memuaskan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi, semakin besar keinginan untuk memuasakan kebutuhan yang lebih mendasar.
Tampaknya pandangan ini didasarkan kepada sifat pragmatisme oleh manusia. Artinya, karena menyadari keterbatasannya, seseorang dapat menyesuaikan diri pada kondisi obyektif yang dihadapinya dengan antara lain memusatkan perhatiannya kepada hal-hal yang mungkin dicapainya.
- Teori Herzberg (Teori Dua Faktor)
Ilmuwan ketiga yang diakui telah memberikan kontribusi penting dalam pemahaman motivasi Herzberg. Teori yang dikembangkannya dikenal dengan “ Model Dua Faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”.
Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik, yang berarti bersumber dalam diri seseorang, sedangkan yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang.
Menurut Herzberg, yang tergolong sebagai faktor motivasional antara lain ialah pekerjaan seseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karier dan pengakuan orang lain. Sedangkan faktor-faktor hygiene atau pemeliharaan mencakup antara lain status seseorang dalam organisasi, hubungan seorang individu dengan atasannya, hubungan seseorang dengan rekan-rekan sekerjanya, teknik penyeliaan yang diterapkan oleh para penyelia, kebijakan organisasi, sistem administrasi dalam organisasi, kondisi kerja dan sistem imbalan yang berlaku.
Salah satu tantangan dalam memahami dan menerapkan teori Herzberg ialah memperhitungkan dengan tepat faktor mana yang lebih berpengaruh kuat dalam kehidupan seseorang, apakah yang bersifat intrinsik ataukah yang bersifat ekstrinsik
- Teori Keadilan
Inti teori ini terletak pada pandangan bahwa manusia terdorong untuk menghilangkan kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi dengan imbalan yang diterima. Artinya, apabila seorang pegawai mempunyai persepsi bahwa imbalan yang diterimanya tidak memadai, dua kemungkinan dapat terjadi, yaitu :
Seorang akan berusaha memperoleh imbalan yang lebih besar, atau
Mengurangi intensitas usaha yang dibuat dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Dalam menumbuhkan persepsi tertentu, seorang pegawai biasanya menggunakan empat hal sebagai pembanding, yaitu :
Harapannya tentang jumlah imbalan yang dianggapnya layak diterima berdasarkan kualifikasi pribadi, seperti pendidikan, keterampilan, sifat pekerjaan dan pengalamannya;
Imbalan yang diterima oleh orang lain dalam organisasi yang kualifikasi dan sifat pekerjaannnya relatif sama dengan yang bersangkutan sendiri;
Imbalan yang diterima oleh pegawai lain di organisasi lain di kawasan yang sama serta melakukan kegiatan sejenis;
Peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai jumlah dan jenis imbalan yang merupakan hak para pegawai
Pemeliharaan hubungan dengan pegawai dalam kaitan ini berarti bahwa para pejabat dan petugas di bagian kepegawaian harus selalu waspada jangan sampai persepsi ketidakadilan timbul, apalagi meluas di kalangan para pegawai. Apabila sampai terjadi maka akan timbul berbagai dampak negatif bagi organisasi, seperti ketidakpuasan, tingkat kemangkiran yang tinggi, sering terjadinya kecelakaan dalam penyelesaian tugas, seringnya para pegawai berbuat kesalahan dalam melaksanakan pekerjaan masing-masing, pemogokan atau bahkan perpindahan pegawai ke organisasi lain.
- Teori penetapan tujuan (goal setting theory)
Edwin Locke mengemukakan bahwa dalam penetapan tujuan memiliki empat macam mekanisme motivasional yakni : (a) tujuan-tujuan mengarahkan perhatian; (b) tujuan-tujuan mengatur upaya; (c) tujuan-tujuan meningkatkan persistensi; dan (d) tujuan-tujuan menunjang strategi-strategi dan rencana-rencana kegiatan. Bagan berikut ini menyajikan tentang model instruktif tentang penetapan tujuan.
- Teori Victor H. Vroom (Teori Harapan )
Victor H. Vroom, dalam bukunya yang berjudul “Work And Motivation” mengetengahkan suatu teori yang disebutnya sebagai “ Teori Harapan”. Menurut teori ini, motivasi merupakan akibat suatu hasil dari yang ingin dicapai oleh seorang dan perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan mengarah kepada hasil yang diinginkannya itu. Artinya, apabila seseorang sangat menginginkan sesuatu, dan jalan tampaknya terbuka untuk memperolehnya, yang bersangkutan akan berupaya mendapatkannya.
Dinyatakan dengan cara yang sangat sederhana, teori harapan berkata bahwa jika seseorang menginginkan sesuatu dan harapan untuk memperoleh sesuatu itu cukup besar, yang bersangkutan akan sangat terdorong untuk memperoleh hal yang diinginkannya itu. Sebaliknya, jika harapan memperoleh hal yang diinginkannya itu tipis, motivasinya untuk berupaya akan menjadi rendah.
Di kalangan ilmuwan dan para praktisi manajemen sumber daya manusia teori harapan ini mempunyai daya tarik tersendiri karena penekanan tentang pentingnya bagian kepegawaian membantu para pegawai dalam menentukan hal-hal yang diinginkannya serta menunjukkan cara-cara yang paling tepat untuk mewujudkan keinginannnya itu. Penekanan ini dianggap penting karena pengalaman menunjukkan bahwa para pegawai tidak selalu mengetahui secara pasti apa yang diinginkannya, apalagi cara untuk memperolehnya.
- Teori Penguatan dan Modifikasi Perilaku
Berbagai teori atau model motivasi yang telah dibahas di muka dapat digolongkan sebagai model kognitif motivasi karena didasarkan pada kebutuhan seseorang berdasarkan persepsi orang yang bersangkutan berarti sifatnya sangat subyektif. Perilakunya pun ditentukan oleh persepsi tersebut.
Padahal dalam kehidupan organisasional disadari dan diakui bahwa kehendak seseorang ditentukan pula oleh berbagai konsekwensi ekstrernal dari perilaku dan tindakannya. Artinya, dari berbagai faktor di luar diri seseorang turut berperan sebagai penentu dan pengubah perilaku.
Dalam hal ini berlakulah apaya yang dikenal dengan “hukum pengaruh” yang menyatakan bahwa manusia cenderung untuk mengulangi perilaku yang mempunyai konsekwensi yang menguntungkan dirinya dan mengelakkan perilaku yang mengibatkan perilaku yang mengakibatkan timbulnya konsekwensi yang merugikan.
Contoh yang sangat sederhana ialah seorang juru tik yang mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik dalam waktu singkat. Juru tik tersebut mendapat pujian dari atasannya. Pujian tersebut berakibat pada kenaikan gaji yang dipercepat. Karena juru tik tersebut menyenangi konsekwensi perilakunya itu, ia lalu terdorong bukan hanya bekerja lebih tekun dan lebih teliti, akan tetapi bahkan berusaha meningkatkan keterampilannya, misalnya dengan belajar menggunakan komputer sehingga kemampuannya semakin bertambah, yang pada gilirannya diharapkan mempunyai konsekwensi positif lagi di kemudian hari.
Contoh sebaliknya ialah seorang pegawai yang datang terlambat berulangkali mendapat teguran dari atasannya, mungkin disertai ancaman akan dikenakan sanksi indisipliner. Teguran dan kemungkinan dikenakan sanksi sebagi konsekwensi negatif perilaku pegawai tersebut berakibat pada modifikasi perilakunya, yaitu datang tepat pada waktunya di tempat tugas.
Penting untuk diperhatikan bahwa agar cara-cara yang digunakan untuk modifikasi perilaku tetap memperhitungkan harkat dan martabat manusia yang harus selalu diakui dan dihormati, cara-cara tersebut ditempuh dengan “gaya” yang manusiawi pula.
- Teori Kaitan Imbalan dengan Prestasi.
Bertitik tolak dari pandangan bahwa tidak ada satu model motivasi yang sempurna, dalam arti masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, para ilmuwan terus menerus berusaha mencari dan menemukan sistem motivasi yang terbaik, dalam arti menggabung berbagai kelebihan model-model tersebut menjadi satu model. Tampaknya terdapat kesepakan di kalangan para pakar bahwa model tersebut ialah apa yang tercakup dalam teori yang mengaitkan imbalan dengan prestasi seseorang individu .
Menurut model ini, motivasi seorang individu sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Termasuk pada faktor internal adalah : (a) persepsi seseorang mengenai diri sendiri; (b) harga diri; (c) harapan pribadi; (d) kebutuhaan; (e) keinginan; (f) kepuasan kerja; (g) prestasi kerja yang dihasilkan.
Sedangkan faktor eksternal mempengaruhi motivasi seseorang, antara lain ialah : (a) jenis dan sifat pekerjaan; (b) kelompok kerja dimana seseorang bergabung; (c) organisasi tempat bekerja; (d) situasi lingkungan pada umumnya; (e) sistem imbalan yang berlaku dan cara penerapannya.

Pengertian Kepemimpinan Demokratis dan Otokratis

Tugas Teori Organisasi Umum 2
No. 5
Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan demokratis dan otokratis?
Kepemimpinan dibagi ke beberapa jenis, salah satunya menurut gaya kepemimpinannya. Yaitu diantaranya adalah:
- Gaya Kepemimpinan Otokratis, yaitu gaya kepemimpinan yang menggunakan kekuatan jabatan dan kekuatan pribadi secara otoriter, melakukan sendiri semua perencanaan tujuan dan pembuatan keputusan dan memotivasi bawahan dengan cara paksaan, sanjungan, kesalahan dan penghargaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
- Gaya Kepemimpinan Demokratis, yaitu gaya seorang pemimpin yang menghargai karakteristik dan kemampuan yang dimiliki oleh setiap anggota organisasi. Pemimpin yang demokratis menggunakan kekuatan jabatan dan kekuatan pribadi untuk menggali dan mengolah gagasan bawahan dan memotivasi mereka untuk mencapai tujuan bersama.
sumber: www.organisasi.org,  akhmadsudrajat.wordpress.com,  www.docstoc.com